Kamis, 10 Februari 2011

KRITERIA DESA SIAGA

DEFINISI OPERASIONAL 9  KRITERIA DESA SIAGA
PROPINSI JAWA TIMUR.


0.      FORUM MASYARAKAT DESA.
1.      PELAYANAN KESEHATAN DASAR
2.      MEMILIKI BERBAGAI UKBM SESUAI KEBUTUHAN MASYARAKAT  
         SETEMPAT  ( ADA POSYANDU, POLINDES, DLL)
3.      BERJALANNYA P4K & DIBINA PUSKESMAS PONED
4.      SURVEILANS BERBASIS MASYARAKAT
5.      SISTIM KESIAP SIAGAAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA
   BERBASIS MASYARAKAT.
6.      SISTIM PEMBIAYAAN KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT.
7.      LINGKUNGAN  SEHAT
8.      MASYARAKAT BER PHBS & KADARZI .

PENTAHAPAN  DESA SIAGA :
1. DESA SIAGA BINA
2. DESA SIAGA TUMBUH
3. DESA SIAGA KEMBANG
4. DESA SIAGA PARIPURNA

PENGERTIAN :
           
DESA SIAGA AKTIF

Desa siaga yang memiliki Poskesdes yang telah berfungsi dan berada pada tahap tumbuh, kembang & paripurna.                                          

POSKESDES           :
UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa . Poskesdes dikelola oleh 1 orang nakes dan minimal 2 orang kader dan Poskesdes tersebut merupakan koordinator dari UKBM yang ada.


PENJELASAN :

0.      FORUM MASYARAKAT DESA.
         Indikator         : Ada Forum Masyarakat Desa

1.      PELAYANAN KESEHATAN DASAR
         Indikator         :
  Ada  pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat oleh petugas    kesehatan, tenaga  profesional kesehatan, masyarakat sesuai kompetensnya.

2.      MEMILIKI BERBAGAI UKBM SESUAI KEBUTUHAN MASYARAKAT SETEMPAT  ( ADA POSYANDU, POLINDES, DLL)
      Indikator         :
      A da UKBM yang berkembang ( Posyandu, Polindes, dll )

3.      BERJALANNYA P4K & DIBINA PUSKESMAS PONED
      Indikator         :
a.      Ada petugas pembina : pembinaan oleh petugas tentang sistem rujukan kegawatdaruratan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, janin dan bayi baru lahir ( kurang dari 1 bulan )
b.      Ada kegiatan Sipen K3 ( penandaan & pencatatan ), ada penggalangan dana, kelompok donor darah, kelompok ambulan desa.


4.      SURVEILANS BERBASIS MASYARAKAT
      Indikator         :
      Adanya catatan / register hasil pengamatan tentang masalah kesehatan/faktor          resiko kesehatan yang menyatakan bahwa masyarakat pernah melaporkan    kejadian tersebut.

5.      SISTIM KESIAP SIAGAAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT.
   Indikator  :
A.     Kesiapsiagaan  :
1.      Adanya mapping / pemetaaan :
a.      Kelompok rentan : KIA, Bencana ,KLB
b.      Daerah rawan bencana.
2.      Adanya Ambulance  Desa
3.      Adanya kegiatan  koordinasi  Lintas  Program dan Lintas Sektor terkait dalam  hal  kegawatdaruratan.
4.      Adanya pencatan dan pelaporan.
B.     Penanggulangan :
1.      Adanya pencatatan  / pelaporan  kejadian  se sederhana
2.      Adanya kegiatan  koordinasi  Lintas Program dan Lintas Sektor.
3.      Adanya  kegiatan  penyuluhan  oleh kader  di posko  / tempat  lain pasca bencana.

6.      SISTIM PEMBIAYAAN KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT.
      Indikator         : Ada dana sehat di desa / kelurahan

7.      LINGKUNGAN  SEHAT
      Indikator         :
      a. Masyarakat mempunyai akses sarana air bersih         = 80 %
b. Masyarakat mempunyai akses sanitasi dasar  = 70 %    
c. Rumah memenuhi syarat kesehatan                              = 65 %

8.      MASYARAKAT BER PHBS & KADARZI .
.           Indikator         :
      Ada kegiatan pengkajian PHBS/RT Sehat 10 indikator dengan  Cakupan RT Sehat             30 %  + Penyuluhan  > 6 kl/th

10 indikator  Rumah Tangga Sehat :
1)     Pertolongan persalinan oleh Nakes
2)     Menimbang bayi & balita
3)     Memberantas jentik nyamuk di rumah
4)     Menggunakan air bersih
5)     Menggunakan jamban sehat
6)     Mencuci tangan dengan air & sabun
7)     Makan sayur dan buah  sesuai porsi
8)     Melakukan aktifitas fisik
9)     Memberi ASI Eksklusif  pada bayi
10) Tidak merokok di dalam rumah.


KADARZI
Indikator  :
Adanya kegiatan pendataan Kadarzi dengan 5 indikator Kadarzi

5 indikator Kadarzi :
1)     Menimbang berat badan secara teratur
2)     Memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eksklusif )
3)     Makan beraneka ragam
4)     Menggunakan garam beryodium
5)     Minum suplemen gizi ( tablet tambah darah , kapsul Vit A dosis tinggi )









CHIKUNGUNYA

A. Pengertian
Chikungunya berasal dari bahasa Swahili yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat. Terutama pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.
Chikungunya adalah sejenis virus yaitu alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian.

B. Tanda dan Gejala Chikungunya
• Demam
Biasanya demam tinggi, timbul mendadak disertai menggigil dan muka kemerahan. Panas tinggi selama 2-4 hari kemudian kembali normal.
• Sakit persendian
Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul sebelum timbul demam dan bermanifestasi berat, nyeri tak terperi, sehingga kadang penderita merasa lumpuh sebelum berobat.
• Nyeri otot
Nyeri pada seluruh otot atau pada otot bagian kepala dan daerah bahu. Kadang terjadi pembengkakan otot sekitar kaki.
• Bercak kemerahan (ruam) pada kulit
Terjadi pada hari pertama demam, tapi lebih sering hari ke 4-5. Lokasi daerah muka, badan, tangan dan kaki. Kadang ditemukan perdarahan pada gusi.
• Sakit kepala, merupakan keluhan yang sering ditemui.
• Kejang dan penurunan kesadaran
Biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi.
• Gejala lain : pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher.

C. Pencegahan
Membasmi nyamuk pembawa virus. Nyamuk ini senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Nyamuk ini juga senamg hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Selain itu juga menyenangi tempat gelap dan pengap. Bisa juga dilakukan dengan 3M PLUS, yaitu :
1. Menguras
2. Menutup
3. Mengubur
+ Memberikan bubuk abate atau memelihara ikan pemakan jentik.

D. Penanganan
• Minum obat penurun demam (paracetamol)
• Melapor kepada petugas kesehatan yang terdekat jika panas tidak sembuh selama lebih dari 2 hari setelah pemberian obat
• Minum obat pengurang rasa sakit (aspirin)
• Jika menderita nyeri persendian yang hebat sebaiknya tidak bekerja terlalu keras terlebih dahulu karena dapat memperparah nyeri sendi tersebut
• Meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu dengan cara : Mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi, minum sari buah-buahan segar, serta istirahat yang cukup


Selasa, 08 Februari 2011

GERTAK PSN

GERTAK PSN
GERAKAN SERENTAK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK


1.    BERSIHKAN TEMPAT PENYIMPANAN AIR DENGAN MENGURAS AIR SERTA MENYIKAT DINDINGNYA SEMINGGU SEKALI.
2.    TUTUP RAPAT TEMPAT PENAMPUNGAN AIR AGAR NYAMUK TIDAK MASUK DAN BERKEMBANG BIAK.
3.    GANTI AIR VAS BUNGA, TEMPAT MINUM BURUNG DAN SEBAGAINYA SETIAP HARI.
4.    TUTUP CEKUNGAN PADA BATANG PAGAR, POTONGAN DAHAN DENGAN TANAH ATAU ADUKAN SEMEN.
5.    KUBUR ATAU BUANG BENDA-BENDA YANG BISA MENAMPUNG AIR HUJAN.
6.    LIPAT PAKAIAN, KAIN YANG BERGANTUNGAN DALAM KAMAR AGAR NYAMUK TIDAK HINGGAP SERTA BERSEMBUNYI.
7.    JIKA TEMPAT AIR SULIT DIKURAS, TABURKAN BUBUK ABATE UNTUK MEMBUNUH JENTIK NYAMUK. ULANGI TIAP 2-3 BULAN
TAKARAN ABATE : 10 GRAM ABATE ( 1 SENDOK MAKAN PERES ) UNTUK 100 LITER AIR.
PERHATIAN: JANGAN DI BUBUHKAN PADA AIR UNTUK MINUM.

                                         BY: SUKARNOK - PUSKESMAS SUMBERSARI

KLINIK SANITASI PUSKESMAS SUMBERSARI

KLINIK SANITASI
PUSKESMAS SUMBERSARI
 MELAYANI:
1.       KONSULTASI KESEHATAN LINGKUNGAN
2.       PEMERIKSAAN KUALITAS AIR
3.       PEMBUATAN SUMUR BOR
4.       PEMBUATAN JAMBAN KELUARGA ( WC)
5.       IJIN PERUSAHAAN MAKANAN/ MINUMAN
6.       SEDIA KAPORIT
7.       SEDIA ABATE

HUBUNGI    : SUKARNO ( HP : 08125930720 )




ﺝﻼﻌﻠﺍﻥﻤﺭﻳﺧﺔﺣﺼﻟﺍﺔﻴﺎﻘﻮ
MENJAGA KESEHATAN LEBIH BAIK
DARI PADA MENGOBATI SETELAH SAKIT